Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya memiliki berbagai inovasi sebagai upaya mengendalikan angka inflasi di wilayahnya.
Hal tersebut dikatakan Wali Kota Yogya Hasto Wardoyo dalam paparannya saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se–DIY yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center.
Dalam paparannya, Hasto menambahkan, berbagai inovasi tersebut seperti mengoptimalkan area yang ada di XT Square untuk food station yang dinamakan Food Station Jogja Setia, sekaligus merupakan pusat penjualan kebutuhan sehari – hari bagi masyarakat.
“Food station tersebut bekerja sama dengan warung – warung dan UMKM, sekaligus memberi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dan kebutuhan sehari – harinya dengan harga murah,” ungkapnya.
Nantinya, dia menambahkan, Food Station Jogja Setia juga akan menjadi salah satu distributor bagi koperasi merah putih yang tersedia pada 45 kelurahan di Kota Yogya. “Food Station Jogja Setia juga bisa untuk pendalian inflasi di Kota Yogya.”
Inovasi lainnya adalah Foodbank, Hasto menegaskan, Foodbank adalah lumbung mataraman versi Kota Yogya.
Dalam penerapan konsep lumbung mataraman, Pemkot Yogya menerjemahkannya dengan cara gotong royong mengurangi food waste atau sisa makanan yang berlebih.
“Jika di kabupaten bisa diterapkan dengan pemanfaatan lahan sawah untuk produksi pangan, di Kota Yogya tidak bisa karena lahan yang terbatas. Pemkot Yogya menggandeng berbagai pihak, seperti hotel dan restoran maupun pihak lain yang memiliki makanan berlebih dapat menjadi mitra donor,” tuturnya.
Hasto mengungkapkan bahwa sasaran penerima makanan dari Foodbank Lumbung Mataraman Pemkot Yogya adalah warga lanjut usia (lansia) prasejahtera, keluarga prasejahtera dan warga yang membutuhkan.
“Inovasi ini menjadi solusi mengatasi food waste, sekaligus membantu akses makanan layak bagi kelompok rentan. Foodbank juga bagian dari mencerminkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Yogya juga memiliki Kios Segoro Amarto. Dengan adanya kios ini harga bahan pokok di pasaran akan terkendali, karena harga bahan – bahan pokok yang dijual di kios ini merupakan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kios Segoro Amarto juga menjadi titik pantauan harga rujukan bahan pangan pokok. Kios ini turut menjadi referensi harga bagi para pedagang di pasar rakyat,” ungkapnya.
Kios ini telah tersebar di beberapa pasar seperti Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, Pasar Prawirotaman, Pasar Sentul, hingga Pasar Demangan.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutanya meminta agar kota/kabupaten di DIY selalu berkomitmen dalam menjaga inflasi di wilayahnya.
Beberapa arahan yang menjadi sorotannya adalah agar kota/kabupaten gencar melakukan operasi pasar, gerakan pangan murah dan fasilitasi produksi pangan dan ternak dari hulur hingga hilir.
“Selain itu juga memperkuat program Lumbung Mataraman di wilayah masing – masing,” tegasnya. BIG