Pemerintah pusat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian dan Pemerintah Daerah mengukuhkan empat Desa di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut sebagai Desa Bersinar atau Bersih Narkoba.
Keempat desa tersebut masing – masing adalah Desa Mancagahar, Sancang, Pameungpeuk dan Pamalayang.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan, Desa Bersinar ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara BNN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan masyarakat untuk menjadikan desa di wilayah pesisir ini sebagai benteng tangguh melawan ancaman penyebaran narkoba.
“Kita memang mencanangkan Desa Bersinar langsung ke desa. Dan Desa Sancang ini ada sejarah panjangnya. Dimana Garut 85 KM garis pantai, biasanya para bandar itu masuknya dari bibir pantai,” katannya usai penguatan program Desa Bersinar, di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, baru – baru ini.
Penguatan ini, dia menambahkan, sangat penting sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan delapan misi menuju Indonesia Emas 2045 atau Asta Cita, melalui asta ketujuh yaitu memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
“Ini penting, karena asta cita membangun desa itu tidak membangun secara fisik tetapi manusianya yang juga kita bangun,” katanya.
Pergeseran pola penyebaran narkoba yang kini tidak lagi terbatas pada wilayah perkotaan, tetapi sekarang narkoba telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pedesaan, khususnya wilayah pesisir, karena memiliki menjadi jalur strategis penyelundupan narkoba melalui laut.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus menilai desa di pesisir posisinya sangat rentan dimanfaatkan sebagai pintu masuk narkotika karenanya BNN berkomitmen menjadikan desa ini sebagai teladan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Narkoba telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pedesaan. Dan wilayah pesisir menjadi jalur strategis penyelundupan narkoba melalui laut,” kata Marthinus.
Dia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan masyarakat dan tokoh lokal, untuk memastikan keberhasilan program ini.
Sementara itu, Pemkab Garut memberikan apresiasi dengan ditunjukkan empat desa di pesisir Gatur yang jadi proyek percontohan untuk pencegahan peredaran narkoba.
Bupati Kabupaten Garut Abdusy Syukur Amin menjelaskan, Kabupaten Garut dengan jumlah penduduk mencapai 28 juta jiwa, telah mendeklarasikan perang terhadap narkoba bersama BNN.
“Ini merupakan satu kehormatan, mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Menurut Abdusy, masalah narkoba ini tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi berkaitan dengan masalah pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya.
“Kami sangat senang sekali karena Sancang sebagai percontohan, untuk nantinya jadi contoh ditempat yang lain. Kita telah memiliki 34 Desa Bersinar di Garut, empat di antaranya berada di wilayah pesisir, dengan Desa Sancang sebagai salah satu desa percontohan,” tuturnya.
Abdusy menekankan bahwa upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba telah dilakukan oleh Pemkab Garut melalui penekanan pentingnya edukasi dan kewaspadaan dini, terutama di kalangan generasi muda.
“Kita juga telah melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dan memperkuat nilai-nilai moral sebagai benteng perlindungan,” jelas Abdusy. BIG