Sebanyak 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Jabar) berhasil menyelesaikan tahapan verifikasi virtual lanjutan dalam rangka Penilaian Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional Tahun 2025 di Gedung Sate, Kota Bandung, baru – baru ini.
Tim Pembina KKS Jabar pun menjadi salah satu kandidat Tim Pembina KKS Provinsi Terbaik.
Capaian ini menjadi bukti kuat kolaborasi intensif antara Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi Jabar, Tim Pembina KKS, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan wilayah yang sehat, aman, nyaman dan berkelanjutan.
Verifikasi virtual yang dilaksanakan oleh Tim Verifikator Pusat, yang terdiri dari perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan instansi terkait bertujuan untuk memvalidasi keakuratan data, kelengkapan dokumen, serta implementasi nyata program KKS di lapangan.
Dalam sesi ini, tiap daerah memaparkan capaian pembangunan kesehatan secara langsung, didukung bukti konkret dan inovasi lokal.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Andrie Kustria Wardana memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim di tingkat kabupaten/kota.
Verifikasi virtual ini, lanjutnya, adalah ujian penting untuk membuktikan bahwa data yang kami ajukan bukan hanya angka administratif, tapi cerminan nyata dari upaya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
“Kami sangat bangga melihat kesiapan, semangat, dan komitmen luar biasa dari 27 kabupaten/kota yang telah melalui proses ini dengan baik,” ujar Andrie.
Tidak hanya mendukung daerah binaan, Tim Pembina KKS Jabar juga tengah mengikuti penilaian untuk kategori Tim Pembina KKS Provinsi Terbaik Tingkat Nasional 2025.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Tim Pembina KKS Provinsi karena berperan strategis dalam fasilitasi, pendampingan teknis, koordinasi lintas sector dan penguatan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan KKS.
“Peran kami bukan sekadar administratif, melainkan sebagai penggerak dan fasilitator. Kami aktif membina, memandu, dan memastikan bahwa kebijakan pusat terimplementasi secara efektif di daerah. Jika kita meraih penghargaan ini, itu adalah bukti nyata dari sinergi yang kuat antara provinsi dan kabupaten kota,” tambahnya.
Dengan selesainya tahap verifikasi virtual, maka seluruh tim kini menunggu hasil final dari Tim Penilai Pusat.
Puncak penganugerahan akan digelar oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Provinsi Jabar berpeluang meraih predikat Swasti Saba, yaitu penghargaan tertinggi dalam ajang KKS tingkat nasional.
Penghargaan KKS adalah inisiatif nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat untuk mengevaluasi komitmen dan kinerja daerah dalam mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat.
Penilaian dilakukan berdasarkan 14 tatanan kesehatan, mencakup lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi produktif hingga partisipasi masyarakat.
Biro Kesra Jabar sendiri berperan dalam merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan memfasilitasi program pembangunan kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat.
Salah satu peran strategisnya adalah sebagai koordinator Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat di tingkat provinsi.
Andrie pun berharap ajang Penghargaan KKS ini bukan sekadar kegiatan seremonial dan hanya ajang untuk meraih penghargaan.
“Lebih dari itu, ajang KKS dapat menjadi evaluasi dan motivasi kinerja untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya peningkatan literasi, serta wawasan masyarakat tentang kesehatan,” tuturnya. BIG