advertisements
advertisements
JABAR MagzRegional

Harapan Semangat Toleransi di Jabar Meluas Hingga Pemerintahan Terkecil

×

Harapan Semangat Toleransi di Jabar Meluas Hingga Pemerintahan Terkecil

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyerahkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kepada Panitia Pembangunan Kompleks Gereja Katolik Ibu Teresa di Kabupaten Bekasi, Selasa (11/4/2023). (dok. jabarprov.go.id)

Toleransi terus bermekaran di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jabar meningkat sebesar 7 poin, dari 72,71 poin pada tahun 2021 menjadi 79,72 poin pada tahun 2022.

Kerukunan dalam perbedaan agama di Jabar pun terbukti saat Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyerahkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kepada Panitia Pembangunan Kompleks Gereja Katolik Ibu Teresa di Kabupaten Bekasi, Selasa (11/4/2023).

Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC yang juga Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyambut hangat penyerahan PBG tersebut.

Menurut Mgr. Antonius, selain mengakhiri polemik perizinan pembangunan kompleks Gereja Katolik Ibu Teresa Paroki Cikarang, penyerahan PBG tersebut menjadi bukti bahwa bunga toleransi di Jabar terus bermekaran.

“Saya mengucapkan terima kasih atas nama Gereja Indonesia bahwa Pemerintah Jawa Barat, dalam hal ini Gubernur Bapak Ridwan Kamil, memberikan persetujuan bangunan gereja,” kata Mgr. Antonius di Kota Bandung, Senin (17/4/2023).

Dari segi masyarakat, dia berterima kasih kepada masyarakat dan tokoh yang memungkinkan terjadinya penyerahan ini, serta menunjukkan adanya perkembangan kematangan dalam kehidupan bermasyarakat bahwa sesama anak bangsa mempunyai hak yang sama untuk beribadat.

Mgr. Antonius menyatakan, semangat toleransi yang terpancar dalam proses penyerahan PBG dapat meluas hingga ke tingkat pemerintahan terkecil, seperti kecamatan, kelurahan, desa, dan rukun warga (RW).

“Jika itu terjadi, kerukunan beragama di Jabar akan semakin erat dan hangat. Bapak Ridwan Kamil memberi contoh. Mudah-mudahan nanti diikuti oleh wali kota, oleh bupati, nanti oleh camat, oleh lurah, oleh RW, ke bawah gitu, mudah-mudahan diikuti. Kalau diikuti, semua luar biasa,” tuturnya dalam situs jabarprov.go.id.

Adapun Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jabar bekerja sama dengan lembaga Indonesian Politic Research and Consulting (IPRC) melakukan survei tentang toleransi di Jabar.

Survei dilaksanakan di 27 kabupaten/kota pada Maret 2023 dan melibatkan 1.200 responden.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 90,6% responden menyatakan bersedia bertetangga dengan orang lain yang berasal dari agama lain.

Sekitar 88,9% responden menyatakan bersedia memberi bantuan pada tetangga yang berasal dari orang lain, ada 92,2% responden bersedia berteman dengan orang yang berasal dari agama lain.

Mgr Antonius menambahkan, bunga toleransi di Jabar yang terus bermekaran tidak lepas dari komitmen Pemda Provinsi Jabar mengimplementasikan visi misi Jabar Juara Lahir Batin, salah satunya pada urusan kerukunan umat beragama (KUB) yang mendapat perhatian serius.

“Sudah saatnya kita mewujudkan toleransi bukan hanya dalam retorika, tapi dalam aksi nyata,” ungkapnya. BIG

 

Facebook Comments Box