JAKARTA MagzRegional

Jakarta Siap Jadi Laboratorium Biodiversitas

×

Jakarta Siap Jadi Laboratorium Biodiversitas

Sebarkan artikel ini
Kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (dok. jakarta.go.id)

Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung membuka 18th Congress of the Indonesian Biology Society (PBI) dan International Conference on Biodiversity and Future Biology (ICo-BioFUB) 2025 di Universitas Nasional, Jakarta, belum lama ini.

Dalam forum berskala internasional tersebut, Gubernur Pramono menekankan bahwa isu keanekaragaman hayati (biodiversitas) kini menjadi perhatian utama dunia.

Menurutnya, Jakarta memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi melalui penelitian, konservasi dan inovasi.

“Acara ini tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga disiarkan di beberapa negara karena isu biodiversitas memang sudah menjadi isu global. Jakarta bersyukur memiliki Kepulauan Seribu dan ragam hayati yang masih terjaga dengan baik,” ujarnya.

Bahkan, dia menambahkan, di Pantai Indah Kapuk, sudah meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup untuk secara rutin melibatkan siswa menanam mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian.

Dia menambahkan, Jakarta memiliki lebih dari 100 jenis flora dan fauna yang menjadi kekayaan biodiversitas, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membuka ruang kerja sama dengan peneliti dan akademisi.

“Kami sangat senang bila Jakarta bisa dijadikan laboratorium penelitian biodiversitas. Jika ada riset yang dapat dikerjasamakan antara Pemprov Jakarta dengan universitas, kami siap mendukung sepenuhnya,” jelasnya.

Gubernur Pramono menyebutkan, penguatan biodiversitas sejalan dengan agenda besar transformasi Jakarta sebagai kota global berwawasan lingkungan.

Dia mengajak para sarjana biologi, peneliti dan akademisi untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang biodiversitas di Jakarta.

“Jakarta memiliki lebih dari 100 jenis keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Kami terbuka bila Jakarta dijadikan laboratorium penelitian biodiversitas. Pemprov Jakarta siap mendukung kerja sama riset antara universitas dan pemerintah daerah,” tuturnya.

Menurut Gubernur Pramono, perhatian pada biodiversitas sejalan dengan agenda transformasi Jakarta menuju kota global berwawasan lingkungan.

Keberhasilan menjaga ekosistem akan memperkuat ketahanan iklim, meningkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan kualitas hidup warga.

“Jakarta sedang menata diri dari kota global yang saat ini berada di peringkat 74 dari 156 kota, dengan target masuk 50 besar. Salah satu kuncinya adalah transformasi lingkungan hidup,” ungkapnya.

Selain persoalan ekonomi, lanjutnya, ada sosial dan budaya, juga masalah lingkungan yang harus dijawab dengan perubahan nyata, serta komitmen menghadirkan perubahan tersebut.

Kongres internasional ini terselenggara atas kerja sama Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) dengan Program Sarjana dan Pascasarjana Biologi, Fakultas Biologi, serta Pertanian Universitas Nasional.

Acara tersebut diikuti akademisi, peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi industri dari Indonesia, Malaysia hingga Jerman.

“Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan ide, inovasi dan solusi nyata untuk menjaga biodiversitas, serta keberlanjutan hidup bagi generasi mendatang,” jelas Pramono. BIG

 

Facebook Comments Box