Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin melakukan audiensi dengan dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, baru – baru ini.
Dalam pertemuan itu, Taj Yasin menyampaikan kesiapan Pemerintah provinsi (Pemprov) Jateng menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tahun 2026.
Pasalnya, infrastruktur Jateng sangat lengkap untuk menerima peserta dari seluruh Indonesia, dan menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan MTQ, baik dari sisi transportasi, akomodasi, venue lomba hingga tempat wisata.
Beberapa venue lomba yang dipersiapkan adalah Museum Ranggawarsita, Masjid Agung Jawa Tengah dan Auditorium kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
“Alhamdulillah, tadi secara lisan sudah di acc (setujui), kita menjadi tuan rumah MTQ tahun 2026,” kata Taj Yasin.
Dia menambahkan, Pemprov Jateng terus melakukan kesiapan, sembari menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama, termasuk berkomunikasi dengan DPRD, baik provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi, kita akan lebih mantap lagi.”
Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menuturkan, akan proaktif bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng dan masyarakat dari kalangan pondok pesantren untuk memastikan kelancaran MTQ Nasional XXXI 2026 di wilayahnya.
Pelaksanaan MTQ XXXI 2026 di Jateng, lanjutnya, sangat diharapkan, mengingat Jateng terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1989.
Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan agar persiapan MTQ XXXI 2026 di Jateng terus dimatangkan, apalagi masih ada waktu satu tahun tersisa yang bisa dioptimalkan.
Kementerian Agama menginginkan agar ada inovasi dalam penyelenggaraan MTQ nasional mendatang.
Salah satu ide yang diusulkan, menyelenggarakan seminar yang mengangkat topik seputar hubungan antara sains dan teologi. “Kita ingin tampilkan hal baru. Bisa ambil topik sains dan teologi.”
Hal yang tidak kalah penting, lanjut Nasaruddin, pelaksanaan MTQ juga harus memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Manfaatnya sangat besar untuk masyarakat. Hotel, transportasi, kuliner semua bergerak. Manfaatnya ke masyarakat langsung,” tuturnya. BIG