advertisements
advertisements
Kesehatan

Kemenkes Apresiasi Pemprov Banten Lampaui Target Capaian Temuan TBC

×

Kemenkes Apresiasi Pemprov Banten Lampaui Target Capaian Temuan TBC

Sebarkan artikel ini
Pemeriksaan dini Tuberculosis (TBC) di Kota Serang, Provinsi Banten. (dok. istimewa)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan atas capaian target temuan Tuberculosis (TBC).

Dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 45%, Provinsi Banten telah mencapai 50% target temuan TBC.

Provinsi Banten merupakan provinsi pertama yang mencapai target temuan TBC. Capaian TBC secara nasional menempati 36% dari target sebesar 45%.

Apresiasi itu disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu pada Rapat Inflasi pembahasan tentang Tuberculosis dan Polio secara virtual.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Banten Virgojanti mengatakan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, estimasi kasus TBC di Provinsi Banten sebanyak 50.391 kasus.

Alhamdulillah, sementara kita telah mencapai target temuan kasus TBC sebesar 50 persen. Dan itu kita mendapat apresiasi oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya usai Rapat Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara virtual di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug Kota Serang.

Menurut Virgojanti, capaian temuan TBC itu terus ditingkatkan serta menjadi perhatian serius bagi Pemprov Banten.

Dalam penanganan penderita TBC telah diinventarisir berdasarkan data by name by address, sehingga penanggulangan dan penanganannya terus diperhatikan hingga proses penyembuhan.

“Saat ini, Pemprov Banten telah 100% persiapkan ketersediaan obat dalam mengatasi TBC,” ungkapnya.

Selain ketersediaan obat, lanjut Virgo. masyarakat diimbau untuk dapat melaporkan ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, seperti Puskesmas, klinik dan petugas Posyandu jika terdapat masyarakat yang menderita TBC, sehingga pemerintah daerah berupaya memutus rantai TBC.

“Kami mengimbau masyarakat di semua lini jika ada tetangga, saudara atau keluarga yang menderita TBC harus cepat diinformasikan kepada layanan kesehatan. Obat sudah tersedia secara menyeluruh dan masyarakat penderita TBC harus rajin minum obat selama enam bulan. Insyaallah bisa sembuh,” jelasnya.

Dia menegaskan agar masyarakat jangan malu untuk melaporkan kasus TBC kepada pemerintah melalui layanan kesehatan dan jika dibiarkan bisa memberikan penularan yang cukup tinggi.

Selain itu, dalam mencegah kasus Poliomyelitis (penyakit virus polio) Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan tim percepatan Satgas Polio dan menetapkan tim vaksinasi polio.

“Percepatan Satgas TBC kita sudah ada, juga Satgas Polio sudah kita siapkan beserta tim vaksinasinya. Bahkan, kita intens memberikan informasi secara berjenjang kepada kabupaten/kota terhadap kasus dan upaya penanganan polio di Provinsi Banten,” tuturnya. BIG.

Facebook Comments Box