Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang meresmikan pelebaran jalan keluar Tol Gabus, sekaligus menguji coba penerapan inovasi Aspal Limbah Campur Plastik (Asli Cantik) di Jalan Kabupaten Ruas Batas Kota Karang Satria – Gabus Rawa (Pulo Puter), belum lama ini.
Dia mengatakan, penerapan Asli Cantik merupakan inovasi yang memberi manfaat ganda.
Selain memperkuat infrastruktur jalan, lanjutnya, teknologi ini juga membantu mengurangi timbunan sampah plastik yang menjadi persoalan serius di Kabupaten Bekasi.
“Penggunaan plastik sebagai campuran aspal memberi solusi dua arah. Jalan lebih tahan lama dan sampah plastik yang biasanya sulit diurai bisa dimanfaatkan,” kata Ade Kunang.
Menurutnya, pelebaran jalan keluar Tol Gabus Raya berhasil terlaksana setelah adanya penertiban bangunan liar dan normalisasi Kali Gabus.
Dia menambahkan, proyek yang berjalan sekitar empat bulan ini kini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan ini rampung tepat waktu. Jalan yang lebih lebar akan mempermudah arus lalu lintas di kawasan ini,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menjelaskan, uji coba aspal plastik kali ini menggunakan campuran 10% hingga 20% limbah plastik dengan aspal bekas (scrap).
Formula tersebut masih terus dikaji melalui uji laboratorium untuk memastikan kualitas daya tahannya.
“Aspal plastik sifatnya lebih tahan air. Selama ini kelemahan aspal konvensional adalah cepat rusak bila sering terkena genangan. Dari sisi biaya juga lebih hemat karena sebagian material berasal dari scrap yang kita dapatkan dari Bina Marga Jakarta dan Jasa Marga,” tuturnya.
Dia menyebutkan, uji coba serupa sebelumnya telah dilakukan di Jalan Deltamas dan kawasan Jababeka.
Hasil sementara cukup baik, tetapi pengujian lanjutan, seperti core drill tetap dilakukan untuk memastikan daya rekat dan ketahanannya dalam jangka panjang.
Selain itu, SDABMBK juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan TPST Kertamukti Cibitung dalam penyediaan sampah plastik yang sudah dipilah.
“Meskipun belum semua jenis plastik bisa digunakan, setidaknya langkah ini membantu mengurangi timbunan sampah di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Jika uji coba terbukti efektif, Pemerintah Kbaupaten (Pemkab) Bekasi berencana memperluas penerapan aspal plastik ke sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bekasi.
“Mudah – mudahan tahun depan kita bisa gunakan di titik – titik yang lebih banyak. Targetnya bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi juga menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya. BIG