Penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan isu kesehatan serius, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Wakil Bupati (Wabup) Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, Indonesia saat ini berada di urutan kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia setelah India.
“Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki angka cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Bekasi,” katanya saat menghadiri kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan TBC yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, baru – baru ini.
Agenda yang diikuti delapan gubernur ini sebagai langkah penting menuju Indonesia Bebas TBC 2030.
Mengenai Kabupaten Bekasi, Wabup Asep menambahkan, penanganan TBC sudah mulai berjalan dengan terbentuknya tim penanggulangan.
Bahkan, lajutnya, sebelumnya saat kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke wilayah Sukaraya, telah dilakukan penguatan di lapangan.
“Insya Allah secara bertahap kita bisa menekan angka kasus TBC di daerah,” tuturnya.
Wabup Asep menekankan pada salah satu kendala utama kasus TBC, yakni pasien yang tidak menuntaskan pengobatan.
Efek samping obat TBC, seperti perubahan warna urine, gangguan lambung, hingga gangguan penglihatan, sering menjadi penyebab putus obat.
“Padahal, pengobatan harus dijalani sampai selesai agar pasien benar – benar sembuh dan tidak menularkan kepada orang lain. Karena itu, pengawasan dan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, serta alim ulama sangat penting dalam mendorong pasien agar disiplin berobat,” jelasnya.
Dia menambahkan, percepatan penanggulangan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.
Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar Kabupaten Bekasi dapat ikut berkontribusi dalam pencapaian target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
“Harapan kita bersama, dengan sinergi semua pihak, Kabupaten Bekasi dapat terbebas dari TBC. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan, pendampingan dan sosialisasi agar masyarakat lebih sadar pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC,” ungkapnya. BIG