Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumbar menggelar Sosialisasi Femisida sebagai Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan dan Anak di Hotel Mercure.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Komnas Perempuan, DP3AP2KB, dan Polda Sumbar, serta diikuti perwakilan organisasi wanita se-Sumbar.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan bahwa isu femisida harus dilihat sebagai ancaman serius terhadap rasa aman perempuan dan anak.
Dia mengingatkan bahwa perlindungan tidak hanya dilakukan saat kasus muncul, tetapi harus menyentuh akar persoalan.
“Sosialisasi ini langkah tepat dan strategis. Kita tidak bisa hanya menyelesaikan masalah dari satu kasus ke kasus lain dan yang lebih penting adalah bagaimana kita menarik ke belakang, mencari penyebab utamanya, agar perempuan, serta anak benar – benar terlindungi,” tuturnya.
Ketua Umum BKOW Sumbar Dianita Maulin Vasko menyampaikan bahwa kata femisida mungkin masih terdengar asing, tetapi kasusnya kerap terjadi dan mencerminkan ketidakadilan gender yang masih berlangsung di masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak untuk berani bersuara sekaligus mengambil langkah nyata.
“Perempuan dan anak berhak hidup aman. Pencegahan femisida bukan hanya tugas pemerintah atau penegak hukum, tapi tanggung jawab kita semua untuk menciptakan ruang yang suportif dan aman. Sosialisasi ini jangan berhenti di ruang seremonial, tapi harus jadi landasan kita bertindak,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Sumbar berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama.
Dengan kolaborasi pemerintah, organisasi perempuan hingga masyarakat, Sumatra Barat ditargetkan menjadi ruang hidup yang semakin ramah, aman dan penuh kasih bagi generasi mendatang. BIG