Bank Pembangunan Daerah Banten Dukung Agenda Pembangunan

Saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. di Hotel Trans Luxury Jl Gatot Subroto No. 289, Kota Bandung, Selasa (4/4/2023). (dok. bantenprov.go.id)

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengungkapkan, tugas Bank Pembangunan Daerah (BPD) adalah menjaga likuiditas bank daerah, mampu dan bisa menjadi sumber pembiayaan agenda pembangunan daerah.

Hal itu diungkap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. di Hotel Trans Luxury Jl Gatot Subroto No. 289, Kota Bandung, Selasa (4/4/2023).

Menurut Al Muktabar, saat ini kondisi Bank Jabar Banten baik dalam kondisi berbagai kinerjanya.

“Kita akan mendapatkan pembagian dividen dari Bank Jabar Banten,” ujarnya seperti dalam situs bantenprov.go.id.

Al Muktabar menambahkan, dalam kesempatan itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga mengajukan usulan perubahan utusanya yang ditempatkan sebagai komisaris.

“Tadi sudah disetujui, tapi akan ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa dua bulan ke depan,” jelasnya.

Mudah-mudahan, lanjut Al Muktabar, bisa membuat Bank Jabar Banten lebih baik dalam rangka Bank Jabar Banten adalah salah satu instrumen ekonomi Provinsi Jawa Barat dan Banten.

Bank Jabar Banten bisa menjadi sumber pembiayaan agenda-agenda kerja pembangunan,sedangkan tugas Bank Pembangunan Daerah adalah menjaga likuiditas bank daerah.

Dividen yang diperoleh dari Bank Jabar Banten, kata Al Muktabar, menjadi salah satu sumber pembiayaan dalam pembangunan Provinsi Banten.

Al Muktabar juga berharap Bank Jabar Banten untuk perhatian ke Provinsi Banten bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai peraturan dan semakin meningkatkan kinerja.

“Kita memiliki dua bank, Bank Jabar Banten dan Bank Banten,” ungkapnya. Bank Banten terus kita kembangkan dengan upaya yang kita lakukan,” ungkapnya.

Dia menuturkan, kalau keduanya makin kuat bersama, maka instrumen keuangan Pemprov Banten semakin kuat.

“Memiliki dua kapital sumber pembiayaan dalam rangka penjagaan likuiditas kas daerah kita. Ini bisa paralel, bersama untuk saling menguatkan,” tuturnya. BIG

 

Facebook Comments Box