Pemprov Banten Antisipasi Disparitas Harga Komoditas Antarkabupaten/Kota

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (10/7/2023). (dok. bantenprov.go.id)

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan langkah antisipasi terjadinya disparitas harga komoditas antardaerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Provinsi Banten terkendali di angka 3,15%.

“Ada beberapa hal yang berdasarkan komoditi yang perlu kita sikapi. Mulai dari daging ayam ras, telur, cabe merah, cabe keriting dan bawang putih. Itu yang sedang menjadi pokok perhatian kita,” ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (10/7/2023).

Al Muktabar menyatakan, langkah-langkah diambil di antaranya melakukan komunikasi kepada para pedagang dan juga peternak daging ayam ras dan telur ayam ras.

“Kita mendapatkan informasi bahwa omset para pedagang itu menurun, dan itu sedang kita dalami apakah dampak kenaikan harga atau faktor-faktor lainya,” jelasnya.

Selain itu, kata Al Muktabar, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi terjadinya disparitas harga komoditi.

“Di samping itu, juga pada komoditi tertentu yang berbeda harganya antara kabupaten kota kita segera berkoordinasi, khususnya Kabupaten Lebak, kemudian Kota Serang dan Kabupaten Tangerang,” katanya.

Lebih lanjut, Al Muktabar menuturkan dalam mengantisipasi fluktuatif harga sejumlah komoditi, Pemprov Banten akan melakukan kerjasama dengan daerah-daerah penghasil. Dan meminta PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) untuk dapat mengkomunikasikan kepada pelaku usaha pada sektor pangan.

“Kalau memang terjadi perbedaan yang jauh (harga antar daerah, red) yang   transport sebagai salah satu faktor produksi yang membuat disparitas yang tinggi, Maka kita bisa memberikan subsidi untuk menekan harga yang dekat antara produsen dan konsumen,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso menyampaikan untuk saat ini stok daging ayam ras di Provinsi Banten masih dalam keadaan terkendali.

“Untuk stok aman, memang dengan adanya kenaikan jagung ini berdampak. Karena berdasarkan informasi satgas pangan menyampaikan itu dapat berkontribusi sekitar 70% hingga 80%,” tuturnya. BIG

Facebook Comments Box