advertisements
advertisements
BALI MagzRegional

Walkot dan Wawali Denpasar Hadiri Tawur Agung Balik Sumpah Serangkaian Karya Ngusaba

×

Walkot dan Wawali Denpasar Hadiri Tawur Agung Balik Sumpah Serangkaian Karya Ngusaba

Sebarkan artikel ini
Saat Tawur Agung Balik Sumpah serangkaian Karya Nangluk Merana, Ngusaba Nini, Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna, di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya, Desa Adat Sidakarya. (dok. denpasarkota.go.id)

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Tawur Agung Balik Sumpah serangkaian Karya Nangluk Merana, Ngusaba Nini, Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna, di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya, Desa Adat Sidakarya bertepatan dengan Bhuda Kliwon Wuku Sinta, baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sudadi Putra, Perwakilan Kodam IX Udayana, Perwakilan Polda Bali, Pimpinan OPD serta undangan lainya.

Hadir pula Bandesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana bersama seluruh Bendesa Adat se-Kota Denpasar.

Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian upacara diawali dengan pementasan Rejang Dewa, Baris Gede dan Topeng Wali.

Selain itu, Ida Bhatara Dalem Sidakarya juga turut napak pertiwi. Seluruh rangkaian Tawur Agung Balik Sumpah diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput sulinggih Tri Sadaka yang disaksikan langsung Ida Dalem Semaraputra,

Bendesa Adat Sidakarya I Ketut Suka, dalam sambutanya menjelaskan, Arya Nangluk Merana, Ngusaba Nini, Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna, di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya, Desa Adat Sidakarya merupakan sebuah upacara yang baru kali ini bisa terlaksana sejak ratusan tahun lalu.

Pelaksanaan karya tersebut dilakukan atas gotong royong antara masyarakat dan pemerintah.

Dia menjelaskan, pelaksanaan karya ini tidak lepas kaitanya dengan wabah Covid-19 yang melanda dunia pada beberapa tahun lalu.

Berdasarkan purana yang menceritakan perjalanan Dalem Waturenggong, dulu juga terdapat wabah serupa, dimana dengan tanda-tanda alam tersebut digelar sebuah upacara yang serupa dengan karya kali ini.

Ketut Suka mengatakan, pelaksanaan karya iniĀ bertujuan untuk menjaga kesimbangan alam semesta beserta isinya.

Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang aman damai gemah ripah loh jinawi.

“Tujuannya tentu tidak lain adalah untuk menjaga kesimbangan alam semesta beserta isinya serta menghindari seluruh umat manusia dari marabahaya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya ini.

Karya Nangluk Merana, Ngusaba Nini, Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu ingat dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Jadi, sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Agung ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” jelas Jaya Negara.

Untuk diketahui, rangkaian Karya Nangluk Merana, Ngusaba Nini, Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya telah dimulai sejak 29 Oktober lalu dengan Matur Piuning Karya dan Ngaturang Guru Bendu Piduka.

Kemudian, dilanjutkan pada 12 Desember 2023 dengan upacara Nangluk Merana Tabuh Gentuh, sedangkan Puncak Karya Ngusaba akan dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Kapitu pada 27 Desember mendatang.

Puncak Karya Pujawali di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya akan jatuh pada Tumpek Landep, 30 Desember 2023. BIG

Facebook Comments Box